FISELLA® MEDIANET - Artikel Musik | Media Partner Musik | Magang Musik | Music Crowdfunding Platform

Rabu, 15 April 2026

Lagu Terbaru Laufey “Madwoman”: Eksplorasi Emosi dalam Balutan Jazz Modern


Penyanyi jazz-pop muda berbakat, Laufey, kembali menghadirkan karya terbaru berjudul “Madwoman”. Lagu ini memperkuat identitas musikalnya yang khas—perpaduan antara jazz klasik, pop kontemporer, dan sentuhan sinematik yang intim. Sejak awal dirilis, “Madwoman” langsung menarik perhatian pendengar yang mencari musik dengan kedalaman emosi sekaligus keindahan aransemen.

Sabtu, 28 Maret 2026

Rekomendasi Keyboard untuk Pemula 2026 - Mulai 700 Ribu Sampai 2 Juta Rupiah


Memilih keyboard untuk pemula di tahun 2026 menjadi semakin mudah karena banyak pilihan dengan harga terjangkau namun tetap berkualitas. Dengan budget mulai dari Rp700 ribuan hingga Rp2 jutaan, kamu sudah bisa mendapatkan keyboard yang cukup untuk belajar dasar musik, latihan chord, hingga eksplorasi aransemen sederhana.

Artikel ini membahas rekomendasi keyboard terbaik untuk pemula lengkap dengan spesifikasi, keunggulan, serta update harga terbaru Maret 2026.


Kenapa Pemula Harus Memilih Keyboard yang Tepat?

Memilih keyboard pertama sangat menentukan perkembangan skill. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan antara lain jumlah tuts (keys), fitur pembelajaran, kualitas suara, serta kemungkinan penggunaan jangka panjang.

Keyboard dengan 61 keys umumnya menjadi standar karena cukup fleksibel untuk memainkan berbagai lagu. Selain itu, fitur seperti auto accompaniment, metronome, dan variasi sound akan sangat membantu proses belajar.


1. Casio CT-S200 – Pilihan Terbaik untuk Pemula Serius

Harga: Sekitar Rp2.000.000
Ketersediaan: Bisa dibeli di Diana Musik (Jogja)

Casio CT-S200 merupakan salah satu keyboard terbaik di kelas entry-level karena menawarkan fitur yang cukup lengkap untuk pemula hingga level menengah.

Spesifikasi:

  • 61 keys
  • Polyphony 48 notes
  • 400 tones dan 77 rhythms
  • 60 lagu bawaan
  • USB MIDI support
  • Audio input
  • Speaker built-in
  • Bisa menggunakan baterai

Keunggulan:

Keyboard ini unggul dari segi fleksibilitas. Dengan adanya USB MIDI, pengguna bisa menghubungkan keyboard ke software seperti FL Studio untuk mulai belajar music production. Pilihan sound yang banyak juga membuat eksplorasi musik menjadi lebih luas.

Selain itu, desainnya ringan dan portable sehingga cocok untuk pengguna yang sering berpindah tempat.

Cocok untuk:

Pemula yang ingin serius belajar musik sekaligus mulai masuk ke dunia produksi musik.


2. Yamaha PSR-F52 – Keyboard Pemula dengan Kualitas Brand Terpercaya

Harga: Sekitar Rp1.800.000
Ketersediaan: Bisa dibeli di Hana Music (Yamaha Official Jogja)

Yamaha dikenal sebagai brand yang sangat kuat di dunia alat musik, dan PSR-F52 menjadi pilihan yang sangat tepat untuk pemula.

Spesifikasi:

  • 61 keys
  • Polyphony 32 notes
  • 136 voices
  • 158 styles
  • 69 lagu bawaan
  • Smart Chord
  • Auto accompaniment
  • Speaker internal

Keunggulan:

Keyboard ini menawarkan kualitas suara khas Yamaha yang clean dan nyaman didengar. Fitur Smart Chord sangat membantu pemula dalam memahami harmoni tanpa harus langsung menguasai teori musik yang kompleks.

Selain itu, build quality dari Yamaha terkenal awet dan stabil untuk penggunaan jangka panjang.

Kekurangan:

Tidak memiliki fitur MIDI USB dan tidak support touch sensitivity.

Cocok untuk:

Pemula yang benar-benar mulai dari nol dan ingin fokus belajar bermain keyboard secara bertahap.


3. Medeli MK49 Original – Pilihan Budget Menengah

Harga: Sekitar Rp1.200.000
Ketersediaan: Tidak tersedia di Jogja, bisa dibeli online di Salomo Musik

Medeli MK49 adalah keyboard compact yang cocok untuk pemula dengan kebutuhan sederhana.

Spesifikasi:

  • 49 keys
  • Built-in tones dan rhythms
  • Speaker internal
  • Desain ringkas dan ringan

Keunggulan:

Ukuran yang lebih kecil membuat keyboard ini sangat praktis dan mudah dibawa. Harganya juga cukup terjangkau untuk pengguna yang ingin mencoba belajar musik tanpa investasi besar.

Kekurangan:

Jumlah keys hanya 49, sehingga cukup terbatas untuk memainkan lagu dengan range yang lebih luas. Fitur juga relatif sederhana dibanding kompetitor di kelas harga lebih tinggi.

Cocok untuk:

Pemula kasual, anak-anak, atau pengguna yang ingin mencoba belajar keyboard tanpa komitmen besar.


4. Benston 61 Keys – Keyboard Termurah untuk Pemula

Harga: Sekitar Rp700.000
Ketersediaan: Tidak tersedia di Jogja, bisa dibeli online di Benston Official

Benston 61 merupakan salah satu keyboard paling ekonomis di pasaran saat ini.

Spesifikasi:

  • 61 keys
  • Built-in sound dan rhythm
  • Portable dan bisa menggunakan baterai

Keunggulan:

Harga yang sangat terjangkau menjadi daya tarik utama. Keyboard ini sudah cukup untuk belajar dasar seperti mengenal nada, chord, dan latihan sederhana.

Kekurangan:

Kualitas suara dan build masih standar. Tidak cocok untuk penggunaan jangka panjang atau kebutuhan yang lebih serius.

Cocok untuk:

Pemula dengan budget terbatas atau sekadar mencoba belajar musik.


Perbandingan Singkat

Casio CT-S200 unggul dari segi fitur dan fleksibilitas, terutama karena sudah mendukung MIDI. Yamaha PSR-F52 lebih unggul dari sisi kualitas brand dan kemudahan belajar. Medeli MK49 cocok untuk kebutuhan ringan, sedangkan Benston 61 lebih ke pilihan paling hemat.


Kesimpulan

Jika kamu ingin belajar musik dengan serius dan berpotensi masuk ke dunia produksi, maka Casio CT-S200 adalah pilihan terbaik karena fitur yang paling lengkap di kelasnya.

Namun, jika kamu benar-benar pemula dan ingin belajar secara bertahap dengan pendekatan yang simpel, Yamaha PSR-F52 sudah sangat cukup.

Untuk budget yang lebih terbatas, Medeli MK49 dan Benston 61 bisa menjadi opsi awal, meskipun kemungkinan besar akan membutuhkan upgrade dalam waktu tertentu.

Secara umum, memilih keyboard sebaiknya disesuaikan dengan tujuan belajar. Jika hanya untuk hobi, pilih yang ekonomis. Tapi jika ingin berkembang lebih jauh, sebaiknya langsung investasi ke keyboard yang memiliki fitur lebih lengkap agar tidak cepat upgrade di kemudian hari.

Sabtu, 07 Maret 2026

Now Release: Animasi Lagu Anak Baru “Bath Time Song” dari Captain Hue & Friends



Industri animasi dan musik anak Indonesia kembali menghadirkan karya terbaru. Serial animasi Captain Hue & Friends resmi merilis lagu terbaru berjudul “Bath Time Song” pada 7 Maret 2026. Lagu ini hadir sebagai bagian dari upaya menghadirkan hiburan yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.


Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Fisella® sebagai tim music production dan Saturation Production sebagai tim animasi. Proses produksi lagu dan animasi ini memakan waktu sekitar 8 bulan, mulai dari tahap konsep hingga akhirnya siap dirilis ke publik.



Lagu Ceria tentang Waktu Mandi

“Bath Time Song” merupakan lagu anak yang mengangkat tema kebiasaan mandi dan menjaga kebersihan diri. Lagu ini dibuat dengan pendekatan yang ceria dan penuh warna agar anak-anak dapat menikmati proses belajar sambil bernyanyi.


Dengan lirik yang sederhana, melodi yang mudah diingat, dan visual animasi yang menarik, lagu ini diharapkan dapat membantu anak-anak:

  • Mengenal pentingnya menjaga kebersihan tubuh

  • Menjadikan waktu mandi sebagai aktivitas yang menyenangkan

  • Mengembangkan kebiasaan hidup sehat sejak dini


Karakter-karakter dalam Captain Hue & Friends tampil dengan ekspresi yang ceria dan interaksi yang menyenangkan sehingga membuat lagu ini semakin menarik untuk ditonton.



Proses Produksi Selama 8 Bulan

Di balik animasi yang ceria ini terdapat proses produksi yang cukup panjang. Tim dari Fisella® dan Saturation Production bekerja selama kurang lebih delapan bulan untuk menyelesaikan proyek ini.

Beberapa tahap produksi yang dilalui antara lain:

  • Penulisan lagu dan komposisi musik

  • Produksi vokal dan aransemen musik

  • Desain karakter dan lingkungan animasi

  • Produksi animasi

  • Sinkronisasi antara musik dan visual

Kolaborasi antara tim musik dan tim animasi ini menghasilkan karya yang harmonis antara audio dan visual.



Animasi Anak 100% Buatan Indonesia

Hal yang membuat proyek ini semakin membanggakan adalah bahwa seluruh proses produksinya dilakukan oleh kreator Indonesia. Dari musik hingga animasi, semuanya dikerjakan oleh talenta lokal.


Hal ini menunjukkan bahwa industri kreatif Indonesia semakin berkembang dan mampu menghasilkan konten animasi anak dengan kualitas yang dapat bersaing secara global.



Menyasar Pasar Global

Walaupun diproduksi di Indonesia, Captain Hue & Friends memang dirancang untuk menjangkau pasar internasional. Oleh karena itu, pendekatan musik, visual, dan storytelling dibuat agar dapat dinikmati oleh anak-anak dari berbagai negara.


Dengan konsep edutainment yang kuat, serial ini diharapkan dapat menjadi salah satu karya animasi anak dari Indonesia yang dikenal secara global.



Tonton “Bath Time Song”

Bagi yang ingin menonton animasi lagu anak terbaru ini, “Bath Time Song” dari Captain Hue & Friends sudah tersedia secara online.

Animasi ini menghadirkan warna-warna cerah, karakter yang menggemaskan, dan lagu yang mudah diingat sehingga cocok ditonton oleh anak-anak bersama keluarga.

Minggu, 01 Februari 2026

Fenomena Hip-Dut: Ketika Hip-Hop “Dikendangin” dan Diterima 3 Generasi


Belakangan ini, industri musik Indonesia diramaikan oleh fenomena Hip-Dut, sebuah gaya bermusik yang diperkenalkan oleh generasi muda dan dengan cepat diterima oleh Milenial, Gen Z, hingga Gen Alpha. Nama Tenxi, Naykila, dan Jemsi menjadi sorotan utama karena karya-karya mereka viral di berbagai platform digital dan berhasil menembus batas selera lintas usia.

Minggu, 25 Januari 2026

Captain Hue & Friends, Merilis Karya Musik & Video Animasi Bertema Menyikat Gigi

Captain Hue & Friends, Animasi Lagu Anak Indonesia Merilis Karya Musik & Video Bertema Menyikat Gigi

Industri konten anak di Indonesia kembali menghadirkan karya segar dan edukatif. Kali ini datang dari Captain Hue & Friends, sebuah animasi lagu anak asal Indonesia yang resmi merilis karya musik sekaligus video animasi bertema menyikat gigi. Animasi berjudul “Brush Your Teeth Song for Kids | The Toothbrush Song | Captain Hue & Friends” ini resmi dirilis pada 22 Januari 2026, dan langsung menyorot perhatian sebagai konten edukatif anak buatan kreator lokal.

Minggu, 18 Januari 2026

Hak Cipta Lagu Dilindungi Hingga 70 Tahun Setelah Pencipta Wafat



Hak cipta lagu adalah aspek hukum yang sangat penting dalam industri musik. Sayangnya, masih banyak musisi, kreator konten, hingga pelaku usaha yang belum memahami secara utuh berapa lama hak cipta lagu berlaku dan kapan sebuah lagu menjadi public domain. Padahal, pemahaman ini sangat krusial untuk menghindari pelanggaran hukum dan masalah royalti.

Kamis, 01 Januari 2026

Pengumuman Kantor Baru Fisella®


Sehubungan dengan perkembangan layanan dan ekspansi bisnis, Fisella® di bawah naungan PT Inspira Mandala Arthaprasada mengumumkan bahwa terhitung mulai 1 Januari 2026, kantor pusat Fisella® resmi pindah lokasi ke alamat baru berikut:

Sabtu, 20 Desember 2025

FL Studio Web Version: Produksi Musik Bisa Langsung Lewat Browser

 

Image-Line kembali menarik perhatian dunia music production dengan mengumumkan FL Studio Web, versi berbasis browser dari DAW legendaris FL Studio. Melalui inovasi ini, pengguna dapat membuat musik langsung dari browser tanpa perlu menginstal software di komputer. Langkah ini dinilai sebagai upaya serius Image-Line untuk memperluas akses produksi musik, khususnya bagi pemula.

Rabu, 17 Desember 2025

Kisah Kematian Komposer Era Klasik yang Jarang Diketahui: Haydn, Mozart, dan Beethoven



Nama Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven adalah tiga pilar utama dalam sejarah musik klasik Barat. Karya-karya mereka masih dipelajari di sekolah musik, dimainkan di konser dunia, dan menjadi fondasi teori musik modern. Namun, di balik kejayaan musikal tersebut, kisah kematian para komposer klasik ini menyimpan fakta-fakta yang jarang diketahui publik.

Artikel ini membahas siapa mereka secara singkat, lalu mengungkap sisi gelap dan unik dari akhir hidup masing-masing.


1. Joseph Haydn – Komposer Besar yang Meninggal dalam Kesunyian Perang

Joseph Haydn (1732–1809) dikenal sebagai “Bapak Simfoni” dan “Bapak Kuartet Gesek”. Ia berjasa membentuk struktur musik klasik yang rapi dan sistematis. Haydn hidup lebih lama dibanding Mozart dan Beethoven, dan sempat menikmati ketenaran di Eropa.

Namun, kematian Haydn terjadi dalam situasi yang ironis. Ia meninggal dunia di Wina saat kota tersebut berada di bawah ancaman invasi pasukan Napoleon. Dalam kondisi fisik yang sudah lemah, Haydn kerap memainkan lagu kebangsaannya sendiri (Gott erhalte Franz den Kaiser) di piano sebagai bentuk penghiburan diri.

Fakta yang jarang diketahui: kepala Haydn dicuri setelah kematiannya oleh dua penggemar fanatik teori frenologi (kepercayaan bahwa kejeniusan bisa dilihat dari bentuk tengkorak). Akibatnya, jasad Haydn dimakamkan tanpa kepala selama lebih dari 100 tahun, hingga akhirnya disatukan kembali pada abad ke-20.



2. Wolfgang Amadeus Mozart – Jenius yang Dimakamkan Tanpa Nama

Wolfgang Amadeus Mozart (1756–1791) adalah simbol jenius musik sejak kecil. Ia menciptakan lebih dari 600 karya, termasuk simfoni, opera, musik kamar, dan karya sakral, dalam usia yang sangat singkat.

Mozart meninggal pada usia 35 tahun, namun penyebab kematiannya masih menjadi perdebatan hingga hari ini. Catatan medis saat itu sangat minim. Beberapa teori menyebutkan demam rematik, gagal ginjal, infeksi streptokokus, bahkan teori konspirasi seperti diracun oleh Salieri—meski teori terakhir ini tidak didukung bukti kuat.

Yang jarang diketahui: Mozart dimakamkan di kuburan massal tanpa nisan. Bukan karena ia miskin ekstrem, melainkan karena kebijakan pemakaman Wina saat itu yang memang mengatur pemakaman sederhana bagi warga biasa. Akibatnya, hingga kini lokasi pasti makam Mozart tidak pernah diketahui.



3. Ludwig van Beethoven – Kematian Tragis Sang Jenius Tuli

Ludwig van Beethoven (1770–1827) adalah jembatan antara era klasik dan romantik. Ia dikenal karena keberanian musikal dan emosi mendalam dalam karyanya, meskipun mengalami tuli total di akhir hidupnya.

Beethoven meninggal setelah bertahun-tahun menderita penyakit kronis. Fakta yang jarang diketahui terungkap dari penelitian modern: rambut Beethoven mengandung kadar timbal yang sangat tinggi. Ini mengarah pada dugaan bahwa ia mengalami keracunan timbal, kemungkinan dari anggur murah atau peralatan medis pada zamannya.

Menariknya, pemakaman Beethoven dihadiri lebih dari 20.000 orang, menjadikannya salah satu pemakaman musisi terbesar di Eropa kala itu—sebuah kontras dengan penderitaan hidupnya.



Penutup

Kematian Haydn, Mozart, dan Beethoven menunjukkan bahwa kejeniusaan tidak selalu berjalan seiring dengan kehidupan yang mudah atau akhir yang damai. Kisah-kisah ini memperlihatkan sisi manusiawi para komposer klasik—rapuh, tragis, dan penuh misteri—yang sering luput dari buku teori musik.

Di balik mahakarya yang abadi, tersimpan cerita kematian yang justru membuat mereka semakin relevan hingga hari ini.

Sabtu, 13 Desember 2025

Kamis, 04 Desember 2025

Captain Hue & Friends: Animasi Lagu Anak dari Indonesia yang Layak Mendunia



Di tengah langkanya animasi anak-anak berkualitas tinggi dari Indonesia, muncul sebuah karya penuh warna dan ceria: Captain Hue & Friends. Serial animasi musik berbahasa Inggris ini memperkenalkan tujuh karakter hewan lucu — Captain Hue si bunglon, Elliot si gajah, Luna si kelinci, Momo si monyet, Toto si kura-kura, Rico si rubah, dan Sunny si anak ayam — semua tampil dalam nuansa ceria, musik riang, dan cerita ramah anak.

Senin, 20 Oktober 2025

Bingung Cara Beli Lisensi Original FL Studio? Sini Fisella Chan Bantu!

 


Masih bingung gimana cara beli lisensi original FL Studio dengan aman, mudah, dan 100% resmi? Tenang aja — sekarang kamu bisa dibantu langsung oleh Fisella®, First FL Studio Education Partner di Indonesia! Kami tahu, banyak yang masih takut salah beli, bingung pakai kartu luar negeri, atau khawatir lisensinya nggak asli. Nah, biar nggak ribet, Fisella Chan siap bantuin kamu langkah demi langkah.


Tentang Fisella®?

Fisella® adalah lembaga kursus musik asal Yogyakarta yang berfokus pada pelatihan FL Studio dan music production. Kami tercatat secara resmi di situs Image Line sebagai First FL Studio Education Partner di Indonesia, artinya Fisella® diakui langsung oleh FL Studio sebagai partner edukasinya — bukan reseller.


💡 Cara Beli Lisensi FL Studio Melalui Fisella

  1. Hubungi admin Fisella
    Kirim email ke halo@fisella.com atau chat langsung lewat WhatsApp ke 085156423270.

  2. Pilih versi FL Studio yang kamu mau
    Sampaikan ke admin apakah kamu ingin beli FL Studio Fruity Edition, Producer Edition, Signature Bundle, atau All Plugins Edition.

  3. Lakukan pembayaran melalui QRIS Fisella®
    Aman, cepat, dan langsung terkonfirmasi oleh tim kami.

  4. Tim Fisella akan bantu proses pembelianmu
    Kami akan membuatkan email baru dengan format namakamu@gmail.com khusus untuk pembelian FL Studio.
    Email ini nantinya akan menjadi milikmu sepenuhnya.

  5. Login ke Dashboard Image Line
    Setelah pembelian selesai, kamu bisa langsung login ke dashboard Image Line untuk mengunduh FL Studio original dan bahkan mengganti email serta password sesuai keinginanmu.


⚙️ Syarat & Ketentuan

Untuk bisa dibantu membeli lisensi, kamu wajib:



❓FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Q: Bisa nggak saya dikasih serial lisensinya aja?
A: Nggak bisa. Kami bukan distributor, tapi Education Partner resmi yang membantu pembelian untuk murid kami. Jadi hanya yang terdaftar sebagai murid Kursus FL Studio atau E-Course FL Studio yang bisa kita bantu.

Q: Original nggak lisensinya?
A: 100% ORIGINAL. Ingat, Fisella adalah First FL Studio Education Partner di Indonesia yang bekerja langsung dengan Image Line.

Q: Kalau saya mau beli lisensi aja tanpa ikut kursus, bisa?
A: Nggak bisa. Sesuai ketentuan Image Line, pembelian melalui education partner wajib disertai pembelajaran atau e-course.

Q: Harganya sama nggak dengan yang di website Image Line?
A: Sama persis! Jadi kamu tetap dapat harga resmi, tapi prosesnya lebih mudah dan dibantu langsung oleh tim Fisella.

Selasa, 07 Oktober 2025

Kerjasama Fisella® & Image Line Belgia: Potongan Harga Lisensi FL Studio Original Khusus Murid Fisella®



6 Oktober 2025, Fisella® sebagai Educational Partner & 1st FL Studio Training Center di Indonesia resmi bekerjasama untuk kali kedua dengan Image Line Belgia, perusahaan pengembang software Digital Audio Workstation (DAW) FL Studio. Josh Isaac, Director of Global Brand & Partner Programs FL Studio memberikan kesempatan eksklusif bagi murid kelas Music Production Fisella® untuk membeli lisensi original FL Studio dengan harga promo khusus langsung di website resmi Image Line yang disepakati bersama Peter de Vries, Founder sekaligus Education Business & Technology Development Officer Fisella®.

Jumat, 26 September 2025

Introduction “La Guittara Clasica”: Mini Konser GEMA ISI Yogyakarta




Mahasiswa gitar klasik ISI Yogyakarta  angkatan 2024 yang tergabung dalam KKM Gitar Ekstra Mahasiswa (GEMA) baru saja mengadakan mini konser bertempat di Gedung Rektorat Lama  kampus ISI Yogyakarta. Dalam konser tersebut, para pemain menampilan repertoar dalam beberapa format yakni solo, duo, dan ansambel besar. Meski terbilang cukup singkat, mini konser ini berhasil menyajikan karya-karya manis, termasuk “Batur” karya Steven Dwi Hansen, alumni GEMA ISI Yogyakarta. Antusiasme penonton pun sangat tinggi, beberapa penonton terpaksa berdiri di belakang karena kehabisan kursi. 

Tidak seperti konser lainnya, mini konser ini bertempat di ruang kelas. Bukan tanpa alasan, Ikrom sebagai pembawa acara menjelaskan bahwa pemilihan tempat di ruang lebih kecil bertujuan untuk memberi kesan intimate dan kekeluargaan. Ia pun menjelaskan bahwa tajuk konser yakni Introduction “La Guittara Clasica” dipilih karena konser ini bertujuan untuk memeperkenalkan permainan gitar klasik yang ekspresif, bukan hanya mengutamakan teknik. 



Permainan gitar yang ekspresif dibawakan salah satunya oleh Benita, mahasiswa Prodi Seni Musik. Pada konser kali ini, ia memainkan L’Ulttimo Caffe Insieme karya Simone Iannarieli. Karya ini memiliki durasi yang cukup singkat dan memiliki pengulangan. Sebagai satu-satunya pemain perempuan dalam konser ini, Nita berhasil membawakan karya ini dengan ekspresif. Melalui wawancara ia menjelaskan bahwa dirinya menikmati proses persiapan konser mulai dari latihan hingga tampil di depan penonton. Meski sempat merasa gugup di awal permainan, namun Nita sanggup mengatasinya dengan baik. Nita juga menjelaskan bahwa selama latihan, ia tidak menemukan kendala yang berarti. Nita juga tidak merasa canggung berlatih bersama teman-teman lain meski menjadi satu-satunya pemain perempuan dalam konser ini. 

Penampilan lain yang tidak kalah menarik adalah Fantasie Dramatique karya Napoleon Coste yang dibawakan oleh Yosua, mahasiswa prodi Penciptaan Musik. Karya ini memiliki durasi yang cukup lama karena terdiri dari tiga bagian dan dimainkan seluruhnya oleh Yosua. Yosua memilih repertoar ini karena Fantasie Dramatique dapat dikatakan sebagai masterpiece Napoleon Coste. Karya ini termasuk cukup sulit dimainkan, namun Yosua dapat membawakannya dengan sangat baik. Ia berhasil menguasai teknik yang diperlukan untuk memainkan karya ini. Melalui wawancara, Yosua menjelaskan butuh waktu sekitar 3-4 minggu untuk bisa memainkan karya ini. Ia juga memiliki cara latihan khusus yakni membaca dan menganalisis partitur lebih dulu sebelum memainkan repertoar dalam tempo lambat. Setelah itu, Yosua akan menaikkan tempo hingga sesuai dengan tempo asli dari repertoar. 

Secara keseluruhan, konser GEMA kali ini berlangsung dengan sangat baik. Para pemain menampilkan karya-karya dengan baik dan penonton sangat mengapresiasi hal tersebut. Konser semacam ini sangat bagus menjadi ruang belajar bagi mahasiswa dan memang sudah seharusnya digelar secara rutin di kampus seni. Bukankah begitu? 


Kamis, 11 September 2025

Fisella® Merilis Maskot Resminya: Fisella Chan


Yogyakarta, 11 September 2025, Fisella® secara resmi akan merilis maskot terbarunya yang diberi nama Fisella Chan. Kehadiran maskot ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan Fisella® sebagai brand edukasi musik yang terus berinovasi dan semakin dekat dengan murid serta komunitas kreatif di seluruh Indonesia.

Fisella Chan hadir bukan sekadar ilustrasi karakter, tetapi simbol semangat, kreativitas, dan dedikasi Fisella® dalam membangun ekosistem pembelajaran musik yang ramah, inspiratif, dan membumi.



Fisella Chan

Remaja perempuan berusia 15 tahun, asli Indonesia, dan cinta banget sama musik. Gadis yang selalu ceria, imajinatif, kreatif, penuh energi, dan ramah kepada siapa saja. Walaupun masih muda, aku sangat disiplin berlatih untuk mencapai cita-citaku sebagai musisi hebat.



Makna Filosofis Fisella Chan

  • Mahkota Emas
    Melambangkan kepemimpinan, kekayaan, dan kejayaan dari Fisella®. Tiga ujung mahkota merepresentasikan tiga suku kata musik Fi, Sel, dan La, sekaligus menjadi simbol tiga pendiri Fisella® yang menjadi fondasi berdirinya.

  • Rambut Coklat
    Simbol ketenangan, kestabilan, dan kedewasaan, terinspirasi dari warna pohon yang kokoh, mencerminkan bahwa Fisella® hadir dengan akar yang kuat dan membumi dalam memberikan pendidikan musik sesuai kebutuhan Bangsa Indonesia.

  • Kalung Tanpa Putus
    Menggambarkan pendidikan progresif yang tidak pernah berhenti, terus berkembang dari generasi ke generasi.

  • Liontin Kalung Angsa
    Diambil dari tunggangan Dewi Saraswati, melambangkan kebijaksanaan untuk membedakan baik dan buruk. Juga menjadi pengingat bahwa Fisella® didirikan oleh alumni Institut Seni Indonesia Yogyakarta, dengan semangat Dewi Saraswati yang membawa seni dan pengetahuan.

  • Kertas Kosong di Tangan Kanan
    Simbol ruang kreativitas anak yang masih putih bersih, siap diisi dengan pendidikan musik yang membentuk karakter untuk masa depan mereka.

  • Baton Konduktor
    Melambangkan logika yang terarah. Fisella® hadir sebagai pemandu, mengarahkan murid-murid agar siap berkarya dan berkarier di dunia musik.

  • Sarung Tangan & Sepatu Biru Tua
    Melambangkan profesionalisme, ketegasan, dan kepercayaan. Sarung tangan ini menjadi simbol bahwa setiap tindakan dalam pendidikan musik di Fisella® dilakukan dengan ketelitian, tanggung jawab, dan dedikasi penuh.

  • Dua Anting Treble Clef
    Menggambarkan keseimbangan antara teknik dan ekspresi dalam bermusik.

  • Baju Biru Muda
    Melambangkan kreativitas, imajinasi, dan semangat belajar yang dipahami dengan sederhana dan melekat dalam insan.

  • Kaus Kaki Putih
    Simbol kesucian, ketulusan, dan niat murni. Kaus kaki putih menjadi penegasan bahwa setiap insan harus berdiri teguh berintegritas.


Perhatian!

Dilarang menggunakan maskot Fisella Chan tanpa sepengetahuan manajemen Fisella®.
Hak cipta maskot Fisella Chan telah terdaftar di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Indonesia.

Minggu, 17 Agustus 2025

Gitar Melodi dan Gitar Ritem: Pencerahan Istilah Ngawur yang Beredar di Masyarakat



Istilah "gitar melodi" dan "gitar ritem" mungkin terdengar biasa bagi sebagian orang, terutama bagi para penggemar musik dangdut atau mereka yang akrab dengan dunia gitar. Namun, tahukah Anda bahwa istilah-istilah ini sebenarnya ngawur dan bisa menyesatkan? Banyak yang beranggapan bahwa gitar melodi dan gitar ritem merujuk pada tipe gitar tertentu, tetapi kenyataannya, itu tidak sepenuhnya benar. Artikel ini akan membahas asal-usul istilah ini dan mengapa sebaiknya kita tidak terjebak dengan pemahaman yang salah.

Minggu, 10 Agustus 2025

Minggu, 27 Juli 2025

Fisella® Music Course: Dari Kursus Musik Private Rumahan ke Platform Home Service Music Course


Fisella® Music Course kini memasuki era baru! Berawal dari kursus musik private rumahan, Fisella® kini bertransformasi menjadi Platform Home Service Music Course yang lebih fleksibel, terstruktur, dan berkualitas. Perubahan ini bukan sekadar soal skala bisnis, tetapi juga cara mengelola dan menghadirkan pengalaman belajar musik yang lebih baik bagi murid maupun mentor.