Apa Itu Musikologi, Musikolog, dan Apa Saja Subbidangnya? - FISELLA® MEDIANET

Jumat, 04 September 2026

Apa Itu Musikologi, Musikolog, dan Apa Saja Subbidangnya?

Musikologi merupakan salah satu bidang keilmuan yang mempelajari musik secara ilmiah. Istilah ini mungkin masih terdengar asing bagi sebagian orang karena musik sering kali lebih dikenal melalui praktik seperti memainkan alat musik, bernyanyi, menciptakan lagu, atau melakukan produksi musik. Padahal, musik juga dapat dipelajari sebagai objek penelitian melalui berbagai pendekatan ilmiah.


Menurut Prof. Dr. Andre Indrawan, M.Hum., M.Mus., Guru Besar Musikologi Institut Seni Indonesia Yogyakarta, musikologi merupakan studi ilmiah tentang musik dengan cakupan yang sangat luas. Musikologi tidak hanya membahas musik seni Barat, tetapi juga musik rakyat, musik tradisional, dan musik non-Barat.


Apa Itu Musikologi?

Secara sederhana, musikologi adalah ilmu yang mempelajari musik secara akademis dan ilmiah. Objek kajiannya dapat mencakup musik itu sendiri maupun berbagai fenomena yang berhubungan dengan musik.

Dalam tulisannya mengenai musikologi Indonesia, Andre Indrawan menjelaskan bahwa musikologi telah berkembang sebagai disiplin akademik sejak pertengahan abad ke-19. Perkembangan tersebut sangat berkaitan dengan tradisi keilmuan Jerman dan penggunaan metode ilmiah dalam mempelajari musik. Istilah musikologi juga berkaitan dengan istilah Jerman Musikwissenschaft, yang berarti "ilmu musik".

Karena cakupannya luas, musikologi dapat digunakan untuk mengkaji berbagai persoalan, mulai dari struktur musik, sejarah musik, kehidupan komponis dan pemain musik, perkembangan instrumen, hingga aspek estetika dan akustika.

Dengan demikian, musikologi tidak hanya bertanya "bagaimana musik dimainkan?", tetapi juga dapat bertanya:

  • Bagaimana sebuah musik terbentuk?
  • Mengapa musik tersebut memiliki karakter tertentu?
  • Bagaimana musik berkembang dari waktu ke waktu?
  • Siapa yang menciptakan atau memainkannya?
  • Dalam konteks sosial dan budaya apa musik tersebut berkembang?
  • Bagaimana musik dipahami dari aspek teori, estetika, psikologi, atau akustika?

Apa Itu Musikolog?

Jika musikologi adalah bidang ilmunya, maka musikolog adalah orang yang melakukan kajian atau penelitian dalam bidang musikologi. Dengan kata lain, musikolog adalah seorang sarjana atau peneliti yang mempelajari musik secara ilmiah. Seorang musikolog dapat meneliti berbagai macam objek musik. Misalnya, seorang musikolog dapat mengkaji sejarah sebuah komposisi, menganalisis struktur musik, meneliti kehidupan seorang komponis, mengkaji musik tradisional masyarakat tertentu, atau mempelajari hubungan antara musik dengan masyarakat.

Oleh karena itu, musikolog tidak selalu bekerja dengan cara yang sama. Ada musikolog yang banyak bekerja dengan arsip dan dokumen sejarah, ada yang melakukan analisis terhadap karya musik, ada yang melakukan penelitian lapangan, dan ada pula yang menggunakan pendekatan psikologi, sosiologi, pendidikan, atau ilmu lainnya.

Prof. Andre Indrawan sendiri memiliki rekam jejak penelitian yang menunjukkan luasnya bidang musikologi. Publikasinya mencakup analisis musik, musik tradisional, gitar klasik, pendidikan musik, hingga kajian musik yang berkaitan dengan budaya dan fenomena sosial.


Apa Saja Subbidang Musikologi?

Pembagian bidang musikologi telah mengalami perkembangan. Salah satu pengelompokan yang dijelaskan dalam tulisan Andre Indrawan, dengan merujuk pada Apel, membagi musikologi ke dalam tiga bidang utama, yaitu musikologi historis, kajian komparatif atau etnomusikologi, dan musikologi sistematis.


1. Musikologi Historis

Musikologi historis mempelajari musik berdasarkan perspektif sejarah. Kajian ini dapat membahas perkembangan musik pada periode tertentu, sejarah sebuah karya, perkembangan gaya musik, kehidupan komponis, maupun perkembangan institusi dan praktik musik. Contohnya adalah penelitian mengenai perkembangan musik klasik Barat pada abad ke-18 atau sejarah perkembangan musik tertentu di Indonesia. Musikologi historis pada dasarnya berusaha memahami musik dalam perjalanan waktu.


2. Etnomusikologi atau Kajian Komparatif

Subbidang berikutnya adalah etnomusikologi, yang dalam pembagian tersebut berkaitan dengan kajian komparatif. Etnomusikologi mempelajari musik dalam kaitannya dengan manusia, masyarakat, dan kebudayaan. Karena itu, objeknya dapat berupa musik tradisional, musik ritual, musik masyarakat tertentu, maupun berbagai praktik musikal yang berkembang dalam suatu komunitas.

Kajian semacam ini penting karena musik tidak berdiri sendiri. Musik dapat berkaitan dengan identitas, kepercayaan, tradisi, kehidupan sosial, maupun kebudayaan masyarakat.

Dalam perspektif musikologi yang luas, musik yang diteliti juga tidak terbatas pada musik Barat. Andre Indrawan menegaskan bahwa penelitian musikologi mencakup musik rakyat dan musik non-Barat.


3. Musikologi Sistematis

Musikologi sistematis merupakan bidang yang mempelajari musik melalui berbagai pendekatan keilmuan yang bersifat sistematis.

Cakupannya sangat luas. Menurut pengelompokan yang dikutip Andre Indrawan dari Apel, bidang ini dapat meliputi:

  • akustika atau fisika bunyi,
  • psikologi musik,
  • fisiologi,
  • estetika,
  • sosiologi,
  • pedagogi,
  • teori musik,
  • melodi,
  • ritme,
  • harmoni,
  • kontrapung, dan berbagai aspek musik lainnya.

Karena sifatnya yang multidisipliner, musikologi sistematis dapat menghubungkan ilmu musik dengan ilmu-ilmu lain.

Misalnya, penelitian tentang persepsi pendengar terhadap musik dapat menggunakan pendekatan psikologi. Penelitian tentang frekuensi dan karakteristik bunyi instrumen dapat menggunakan pendekatan akustika. Sementara penelitian tentang pembelajaran musik dapat menggunakan perspektif pedagogi.


Apakah Analisis Musik Termasuk Musikologi?

Ya. Analisis musik merupakan salah satu bagian penting dalam kajian musikologi.

Analisis musik dapat digunakan untuk mempelajari unsur-unsur musikal seperti melodi, ritme, harmoni, bentuk, tekstur, tonalitas, dan aspek musikal lainnya.

Bahkan, salah satu mata kuliah yang diampu Prof. Andre Indrawan di ISI Yogyakarta adalah Analisis Bentuk Musik, selain Kajian Literatur Musik dan Metode Penelitian Musik.

Analisis musik juga dapat dikombinasikan dengan pendekatan lain. Sebagai contoh, penelitian terhadap sebuah lagu dapat menganalisis struktur musikalnya sekaligus membahas konteks sosial dan budaya yang melatarbelakanginya.


Musikologi Tidak Hanya Mempelajari Musik Klasik

Salah satu kesalahpahaman yang sering muncul adalah anggapan bahwa musikologi hanya mempelajari musik klasik Barat. Padahal, cakupan musikologi jauh lebih luas. Dalam pembahasan Andre Indrawan, musikologi tidak hanya berkaitan dengan seni musik Eropa, tetapi juga mencakup musik rakyat dan musik non-Barat. Bahkan dalam perkembangan kontemporer, pengertian musikologi menjadi semakin luas dan dapat mencakup kritik musik serta berbagai persoalan yang berkaitan dengan pertunjukan musik.

Artinya, musik populer, musik tradisional, musik pertunjukan, musik film, musik ritual, bahkan fenomena musikal dalam masyarakat dapat menjadi objek penelitian selama dikaji dengan pendekatan dan metode ilmiah yang sesuai.

Sebagai contoh, penelitian yang melibatkan Andre Indrawan mengenai singing bowl di Yogyakarta menggunakan pendekatan kualitatif musikologis untuk mengungkap dimensi musikal dari perangkat bunyi yang digunakan dalam terapi psikologis.


Apa Bedanya Musisi dan Musikolog?

Perbedaan paling sederhananya adalah pada fokus kegiatan. Musisi terutama berfokus pada praktik musik, seperti memainkan instrumen, bernyanyi, menciptakan, mengaransemen, atau melakukan pertunjukan.

Sementara itu, musikolog berfokus pada penelitian dan kajian ilmiah mengenai musik.

Namun, keduanya tidak harus terpisah. Seorang musisi dapat menjadi musikolog apabila ia melakukan penelitian ilmiah terhadap musik. Sebaliknya, seorang musikolog juga dapat memiliki kemampuan praktik musik.

Karena itu, musikologi tidak dapat dipahami sekadar sebagai "teori musik". Musikologi merupakan bidang keilmuan yang memiliki cakupan jauh lebih luas.


Kesimpulan

Musikologi adalah studi ilmiah tentang musik, sedangkan musikolog adalah orang yang melakukan kajian ilmiah terhadap musik. Menurut Prof. Dr. Andre Indrawan, M.Hum., M.Mus., cakupan musikologi sangat luas dan tidak terbatas pada musik seni Barat.

Secara umum, subbidang musikologi dapat dipahami melalui tiga kelompok utama, yaitu musikologi historis, etnomusikologi atau kajian komparatif, dan musikologi sistematis. Musikologi sistematis sendiri dapat mencakup berbagai kajian seperti teori musik, akustika, psikologi, fisiologi, estetika, sosiologi, pedagogi, dan bidang lainnya.

Dengan demikian, ketika seseorang melakukan penelitian tentang sejarah musik, analisis karya, musik tradisional, hubungan musik dan masyarakat, psikologi musik, pendidikan musik, estetika musik, hingga fenomena musikal kontemporer, penelitian tersebut dapat berada dalam wilayah musikologi selama menggunakan pendekatan ilmiah yang tepat.

Bagi mahasiswa seni musik, memahami musikologi penting karena bidang ini menunjukkan bahwa musik bukan hanya sesuatu yang dimainkan atau didengarkan, tetapi juga sesuatu yang dapat diteliti, dianalisis, didokumentasikan, dan dipahami secara ilmiah.

Baca Juga

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda